Tes Covid-19 Metode Ini Bisa Lampaui PCR, Hasil Kurang dari Sejam

Tes untuk memastikan seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak kini bisa dilakukan lebih akurat lagi daripada teknik yang selama ini dianggap gold standard, RT-PCR. Tak hanya menawarkan spesivisitas dan sensitivitas yang lebih tinggi, tapi tes Covid-19 metode baru ini juga bisa dilakukan lebih cepat.

Kalau tes PCR biasa membutuhkan 1-3 hari untuk didapatkan hasilnya (positif atau negatif Covid-19), tes terbaru butuh kurang dari satu jam saja. Teknik itu adalah kombinasi dari metode perbanyakan asam nukleat isothermal teknik loop-mediated amplification atau LAMP dengan RT-PCR yang non-isothermal. Teknik ini di antaranya diadopsi oleh alat Nusantara CovidNow yang sudah dipasarkan di Indonesia.

“Dari penelitian yang ada, kombinasi antara PCR dan isothermal amplification (LAMP) menghasilkan metode uji SARS-CoV-2 menjadi lebih cepat dan sensitif,” kata Astuti, dokter spesialis patologi klinik konsultan yang juga Kepala RS Universitas Indonesia atau RSUI Depok dalam webinar bertema Pemeriksaan Covid-19 Cepat Tepat Efektif pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Astuti menilai Nusantara CovidNow sebagai alat diagnostik baru yang baik dengan hasil setidaknya 10 kali lebih baik daripada PCR. Dia menekankan pentingnya deteksi yang cepat dan tepat itu untuk peningkatan kemampuan testing saat pandemi sekarang ini.

Penilaian itu senada dengan yang diberikan Basti Andriyoko, dokter spesialis patologi klinik konsultan dari RS Hasan Sadikin Bandung. “Semakin cepat kita mendiagnosisis semakin kita cepat bisa melakukan infection control,” kata Basti yang juga Ketua Kelompok Kerja Molekuler di Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia ini.

Menurut dia, teknologi LAMP sudah banyak dipakai karena kecepatan prosesnya, dan yang terpenting sesuai panduan internal WHO untuk pemeriksaan SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. Teknik LAMP seperti yang diadopsi Nusantara CovidNow bahkan disebutnya memiliki analisis tambahan berupa melting curve, yang bisa mendeteksi indikasi positif palsu akibat kontaminasi ataupun noise.

Analisis itu bahkan diklaim mampu melihat kemungkinan mutasi pada virus yang ditarget karena bisa menentukan jenis gen yang terdeteksi dalam reaksi yang berjalan. Jenis gen itu di luar marka gen N (nukleokapsid virus SARS-CoV-2) dan O yang bertanggung jawab untuk replikasi virus.

“Tapi ada catatannya untuk teknologi ini yakni digunakan pewarna tertentu yang bukan pada umumnya, dan sebagian alatnya tidak mengeluarkan angka CT,” katanya merujuk angka cycle threshold yang biasa jadi rujukan pengguna RT-PCR selain penilaian kualitatif positif atau negatif terinfeksi.

Anggi Pratama, analis dan spesialis produk PT Nusantara Berkat Cipta, perusahaan yang memasarkan Nusantara CovidNow isothermal RT PCR mengatakan alat tepatnya hanya butuh 45 menit untuk memberi hasil dari setiap tes yang dilakukan. “Bisa menguji lebih banyak sampel 2-3 kali lipat dalam waktu yang sama di mesin RT-PCR,” katanya.

Dibanding mesin atau alat dengan metode LAMP Isothermal lainnya, Nusantara CovidNow juga, Anggi memastikan, memberi output angka CT. Selain kapasitas jumlah sampel lebih banyak dan Nusantara CovidNow menggunakan lebih banyak marka gen, yaitu N dan Orf1ab.

Dalam kesempatan itu, Anggi juga menyatakan pembacaan hasil pemeriksaan dengan alat yang diproduksi di Vietnam itu konsisten di banyak mesin PCR di rumah sakit. Saat ini, dia menambahkan, alat sudah dipakai di laboratorium molekuler RS Pusat Pertamina. Sebanyak 7 ribu sampel telah diperiksa dengan alat itu sejak Maret sampai Juli lalu.

PT Nusantara Bekat Cipta, kata Anggi, menyediakan kit ready dengan paket pelatihan Rp 350-400 ribu per tes. Sedang tarif tes Covid-19 dengan alat metode LAMP Isothermal itu disebut bervariasi di antara penyelenggara swab test Rp 800-900 ribu per tes.

Teknologi LAMP sudah banyak dipakai karena kecepatan prosesnya, dan yang terpenting sesuai panduan internal WHO untuk tes Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.