Terkini Bisnis: OJK Cabut Izin OVO Finance, Garuda Indonesia Pangkas 97 Rute

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu siang, 10 November 2021 dimulai dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia.

Berikutnya ada berita tentang pemangkasan 97 rute penerbangan Garuda Indonesia dan penjelasan dompet digital OVO yang tak terkait dengan PT OVO Finance Indonesia. Lalu ada berita tentang Ketua Kadin bicara soal keterlibatan Luhut dalam bisnis PCR serta Kaesang Pangarep membeli saham perusahaan pengolah udang Rp 92 miliar.

Kelima berita tersebut terpantau yang paling banyak diakses pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co. Berikut ringkasan dari lima berita trending tersebut.

1. Penjelasan Dompet Digital OVO soal OVO Finance yang Dicabut Izinnya oleh OJK

Platform payment gateway dan dompet digital OVO memastikan tak terkait dengan PT OVO Finance Indonesia yang baru saja izin usahanya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Head of Public Relations OVO Harumi Supit menyatakan bahwa PT OVO Finance Indonesia atau OFI adalah perusahaan multifinance milik Lippo Group.

“Perusahaan (PT OVO Finance Indonesia) ini tidak ada kaitan sama sekali dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 10 November 2021.

Simak lebih jauh tentang OJK di sini.

123 Selanjutnya

2. Garuda Akan Pangkas 97 Rute, Dirut: Mohon Maaf, Banyak Maaf

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana memangkas jumlah rute yang diterbangi maskapai dari 237 rute menjadi hanya 140 rute. Manajemen telah memetakan rute-rute yang tidak potensial dan merugikan perusahaan, seperti tujuan Tarakan.

“Selama ini kami terdesak (membuka rute) yang enggak bikin untung. Ada banyak tekanan pembukaan rute. Jadi mohon dukungan apabila kami bilang enggak (akan membuka rute). Mohon maaf, banyak maaf,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 9 November 2021.

Irfan menjelaskan perusahaan menanggung kerugian akibat beroperasinya sejumlah maskapai di rute-rute yang tidak mendorong pendapatan. Pendapatan yang diperoleh maskapai dari rute-rute tertentu ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Simak lebih jauh tentang Garuda di sini.

3. OJK Resmi Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia, Apa Konsekuensinya?

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK resmi mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia. Pencabutan izin tersebut didasarkan pada Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

Situs OJK pada Selasa, 9 November 2021 menyebutkan, pencabutan izin usaha PT OVO Finance Indonesia berlaku sejak Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan.

Dalam keputusan itu disebutkan bahwa perusahaan pembiayaan yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta tersebut tidak lagi memegang izin OJK.

Simak lebih jauh tentang OVO Finance Indonesia di sini.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. Ketua Kadin Blak-blakan Soal Keterlibatan Luhut di Bisnis PCR

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mohammad Arsjad Rasjid angkat bicara soal polemik bisnis tes usap PCR beberapa waktu terakhir. Salah satunya mengenai keterlibatan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam bisnis tersebut.

Arsjad membenarkan bahwa dia menggagas pembentukan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) pada April 2020. Perusahaan ini menjalankan unit bisnis GSI Lab yang bergerak di bidang layanan tes usap PCR dan antigen.

Majalah Tempo edisi 1-7 November 2021 kemudian menerbitkan laporan utama mengenai keputusan pemerintah yang mewajibkan tes PCR bagi penumpang penerbangan. Tak hanya memuat Arsjad, nama Luhut juga disebut dalam laporan ini.

Simak lebih jauh tentang Luhut di sini.

5. Kaesang Pangarep Beli Saham Produsen Makanan Beku Berbasis Udang Rp 92 Miliar

PT Harapan Bangsa Kita atau GK Hebat milik Kaesang Pangarep membeli sebanyak 188,24 juta lembar saham atau sebesar 8 persen saham perusahaan pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP).

Transaksi itu adalah bentuk investasi sebagai portofolio saham secara langsung. Dengan pembelian saham di harga Rp 490 per lembar, artinya dana yang dikeluarkan oleh perusahaan milik putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu mencapai Rp 92,2 miliar.

Dalam keterangan resminya pada hari ini, Selasa, 9 November 2021, dalam disebutkan, selain penandatanganan perjanjian jual beli, juga disepakati kerja sama dua pihak dalam menjajaki sejumlah peluang bisnis terkait produk.

Simak lebih jauh tentang Kaesang Pangarep di sini.

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari OJK yang mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.