Rupiah Menguat oleh Sentimen Eksternal, Bergerak di Kisaran Rp15.680 – Rp15.740

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini dibuka menguat ke level Rp15.667, Kamis (7/3/2024) Analis Pasar Uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini didukung faktor sentimen eksternal. “Perdagangan mata uang rupiah hari ini fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp. 15.680 Rp.15.740,” katanya.

Menurutnya, pasar sekarang menunggu kesaksian dua hari dari Ketua Fed Jerome Powell, yang dimulai pada hari Rabu, untuk mengetahui isyarat lebih lanjut mengenai suku bunga AS. Powell diperkirakan akan mempertahankan retorika hawkishnya dan memberikan sedikit isyarat mengenai penurunan suku bunga, terutama karena inflasi AS masih stagnan. Beberapa pejabat The Fed juga memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa The Fed tidak terburu buru untuk mulai memangkas suku bunganya. Namun, meskipun ada ketidakpastian menjelang pertemuan Powell, sebagian besar pedagang tetap mempertahankan taruhan mereka bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, menurut alat CME Fedwatch. Selain Powell, fokus minggu ini juga tertuju pada data nonfarm payrolls untuk bulan Februari. Angka ketenagakerjaan AS untuk bulan Februari berpotensi mengguncang pasar pada hari Jumat.

Rupiah Menguat oleh Sentimen Eksternal, Bergerak di Kisaran Rp15.680 Rp15.740 Rupiah Ditutup Menguat Perdagangan Akhir Pekan, Ini Sentimen Pemicunya Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp15.848 Per Dolar AS, Ini Sentimen Pemicunya

Dolar AS Turun, Rupiah Akhirnya Kembali Menguat di Level Rp16.179 Rupiah Ditutup Melemah Rp 15.800 Per Dolar AS, Ini Sentimen Pemicunya Kurs Rupiah Melemah ke Rp16.208 Per Dolar AS, Ini Sentimen Pemicunya

Rupiah Melemah Tersengat Sentimen Suku Bunga BI dan Pengumuman Hasil Pemilu 2024 Para ekonom memperkirakan perekrutan tenaga kerja melambat pada bulan lalu, namun jumlah yang lebih besar dari perkiraan dapat menambah kenaikan dolar tahun ini. Sementara itu, berita yang keluar dari Kongres Rakyat Nasional Tiongkok tidak memberikan banyak kejutan, dimana Beijing tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dan defisit anggaran sebesar 3%. Dari faktor internal, ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 5,15% pada 2024.

Proyeksi pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan untuk tahun sebelumnya sebesar 5,06%. Sedangkan, tantangan pada tahun 2024 masih berasal dari global, misalnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, perlambatan ekonomi China, hingga penurunan harga komoditas di pasar global. Selain itu, risiko yang masih membayangi yaitu masih tingginya suku bunga acuan global jika laju inflasi dunia belum turun ke level yang rendah. Risiko yang perlu diwaspadai. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 yang tumbuh 5,05% merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” urainya. Dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah sedikit dibandingkan dengan India, yang tumbuh di atas 6%.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini merupakan salah satu daya tarik bagi banyak investor untuk masuk ke Indonesia. Sebelumnya Bank Indonesia (BI), mengatakan pemilihan umum (Pemilu) 2024 dengan satu putaran yang telah berlangsung diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi tahun in. Pertumbuhan ekonomi yang optimis tersebut akan didorong oleh ekspor dan juga dari konsumsi dalam negeri, khususnya dikonsumsi tingkat menengah dan atas. Kemudian, dari investasi tidak hanya untuk konstruksi tapi juga non konstruksi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini dibuka menguat ke level Rp15.667, Kamis (7/3/2024) Analis Pasar Uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini didukung faktor sentimen eksternal. “Perdagangan mata uang rupiah hari ini fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp. 15.680 Rp.15.740,” katanya. Menurutnya, pasar sekarang menunggu kesaksian dua…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *