Permata Bank Catat Laba Bersih Rp 831 Miliar pada Kuartal III-2021

TEMPO.CO, Jakarta -Permata Bank membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp 831 miliar.

“Meningkat secara signifikan sebesar 93 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 430 miliar,” kata Direktur Utama Permata Bank Chalit Tayjasanant dalam konferensi pers virtual, Rabu, 10 November 2021.

Kualitas portfolio kredit bank masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3 persen dan 0,9 persen, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8 persen dan 1,5 persen.

Secara prudent bank membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio NPL coverage tahun lalu sebesar 118 persen.

Rasio permodalan bank adalah yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34 persen dan 26 persen di mana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik.

Bank juga membukukan pertumbuhan aset sebesar 31 persen YoY menjadi sebesar Rp 219 triliun yang mempertahankan Permata Bank di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, Permata Bank membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 7,5 triliun atau tumbuh sebesar 17 persen YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 28 persen YoY menjadi sebesar Rp 3,5 triliun. Pertumbuhan pendapatan operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 28 persen.

Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 88 persen, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92 persen yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portfolio kredit Bank.

Sedangkan penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 21 persen YoY pada kuarta III 2021 menjadi sebesar Rp 124,2 triliun.

“Terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45 persen YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23 persen YoY,” kata Chalit Tayjasanant.

Permata Bank membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp 831 miliar di kuartal III-2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.