Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman untuk Lebaran 2024 Meski Masif Guyur ke Pasar dan Ritel Modern

Pemerintah terus mengguyur beras ke pasar tradisional dan modern. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PERPADI, PIBC, Bulog plus APRINDO, usai diperintah Presiden Jokowi pada Senin (11/2/2024) lalu. "Perintah Bapak Presiden adalah stok beras yang ada di Bulog, yang ada di PIBC, di Food Station BUMD DKI Jakarta, tolong dioptimalkan untuk diguyur ke pasar, baik pasar modern maupun pasar tradisional," kata Arief dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (14/2/2024).

Ia mengatakan, sebanyak 50 ribu ton beras dari Bulog mulai masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Adapun dikatakan Arief, dua hari ini stok beras telah diguyur ke pasar modern. Arief bilang, seharusnya sampai dengan Lebaran, stok beras aman dan terjaga. "Ini tidak sulit, yang sulit itu kalau tidak ada berasnya, ini kan sekarang berasnya banyak. Ini karena Bulog sampai hari ini punya stok beras total 1,3 juta ton dan ini sudah dipersiapkan oleh pemerintah dari jauh jauh hari. Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) itu harus ada," kata Arief.

Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman untuk Lebaran 2024 Meski Masif Guyur ke Pasar dan Ritel Modern Bulog Kalianda Pastikan Stok Beras Aman hingga Lebaran 2024 Bulog Sulteng Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran 2024, 12.500 Ton Siap Disalurkan ke Pasar

Jokowi Pastikan Stok Beras Aman Jelang Lebaran 2024, Sebut Harga Beras di Sejumlah Pasar Mulai Turun Pemkab Kediri Pastikan Stok Beras Aman hingga Lebaran 2024, Berikut Jadwal Operasi Pasar Murah Pemkab Pacitan Sidak ke Pasar dan Bulog, Pastikan Stok Beras Aman

Bulog Pastikan Stok Beras Gorontalo Aman hingga Lebaran Disperindag Jatim Sebut Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan, Tetapi Distribusi ke Ritel Modern Terkendala Ia pun mengajak masyarakat luas untuk terus menerapkan belanja dengan bijak yang wajar dan sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini penting agar pemerataan dapat terjadi di setiap elemen masyarakat. "Yang perlu dijelaskan kepada masyarakat luas, kalau kita itu masak di rumah ya 5 kilogram (kg), 10 kg cukup ya. Tapi kalau belinya sampai 5 10 ton, itu pasti pedagang," ujar Arief. "Jadi kalau di ritel itu memang belinya yang kemasan kecil 5 kg. Kalau tidak dibatasi, nanti stok di toko cepat habis. Teman teman di ritel kan juga tidak mau stoknya kosong," lanjutnya.

Ia mengatakan, masyarakat belanja seperlunya saja, tidak usah khawatir karena akan dipenuhi seluruhnya. Menurut Arief, kalau memang kebutuhan sebulan misalnya 2 3 pack, tidak perlu beli sampao 10 pack. "Kalau rumah tangga 2 pack itu sudah cukup banget. Semua ini tujuannya untuk pemerataan. Jadi jangan dikatakan beras dibatasi 2 pack karena stok kurang," tutur Arief.

Pemerintah terus mengguyur beras ke pasar tradisional dan modern. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PERPADI, PIBC, Bulog plus APRINDO, usai diperintah Presiden Jokowi pada Senin (11/2/2024) lalu. "Perintah Bapak Presiden adalah stok beras yang ada di Bulog, yang ada di PIBC, di Food Station BUMD DKI Jakarta,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *