Kuliah Sembari Bisnis Top Up, Mahasiswa Ini Raup Omset Rp 150 Juta

Seiring banyaknya warga bermain game online, seorang mahasiswa bernama Nurdin Hakim Usman menangkap peluang bisnis top up dan kini omsetnya mencapai Rp 150 per tahun. Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung itu menceritakan, mulanya dirinya yang juga pemain game online atau gamer kerap mencari provider atau platform yang menjual money atau item game murah. Dari situ, ia melihat peluang bisnis untuk berjualan top up game online saat menemukan platform penjualan item game yang murah.

Lantas, ia mulai berjualan top up game online bermodalkan laptop sembari tetap melaksanakan aktivitas kuliahnya. "Saya kadang tidak pulang dari kampus agar saya dapat menggunakan Wifi dari kampus saya untuk meneruskan transaksi dari klien saya," aku Nurdin. Sebagai orang yang senang mencari kesempatan berbisnis, Nurdin mengaku juga kerap mencari tambahan penghasilan dengan menjadi freelancer dalam sejumlah event event besar.

Tak jarang, ia menawarkan top up game dagangannya di event tersebut. Ia mengaku ekonominya membaik setelah bisnis jualan top up game online. Kuliah Sembari Bisnis Top Up, Mahasiswa Ini Raup Omset Rp 150 Juta

Mengejutkan! Jualan Es Rp 5 Ribu, Warga Pohuwato Gorontalo Ini Raup Omset Rp 10 Juta Per Bulan Produksi Cacing Sutra di Martajaya OKU Sumsel Raup Omset Rp 15 Juta per Bulan Soal Ulangan Bahasa Sunda Kelas 3 SD Semester 2 Beserta dengan Kunci Jawaban, Soal Pilihan Ganda Sripoku.com

Toko Alfin Gorden Gorontalo Raup Omset Rp 100 Juta per Hari Jelang Lebaran Idulfitri Belajar dari YouTube, Tiktokers di Depok Bobol Sistem Top Up KRL, Raup Belasan Juta Sukses Berbisnis Bakpia di Paser, Pasutri Ini Raup Omset Rp45 Juta Per Bulan

Jadi Tukang Servis E KTP di Tangerang, Syarif Raup Omset Rp 10 Juta Per Bulan Bahkan, omset dari bisnisnya sekitar Rp 150 per tahun. "Saya dalam setahun menghasilkan omset sebesar Rp 150j juta hanya bermodalkan laptop yang juga saya gunakan untuk membuat skripsi," ujar pemuda asal Cianjur, Jawa Barat itu.

"Alhamdulillah beli rumah sama bantu bantu ngasih ke ortu juga," imbuhnya. Meski begitu, ia mengakui bisnis ini tidak melulu berjalan lancar alias pernah jatuh. Sebab, ada potensi kerugian dalam menjalankan setiap bisnis jika tidak berhati hati. "Salah satunya saya pernah terkena musibah yaitu tertipu sama vendor pemasok top up game hingga saya harus mengganti rugi sekitar Rp 50juta. Dan juga banyak pembeli top up game yang sudah bilang transfer, tapi ternyata bukti transfernya cuma editan," ujarnya.

Seiring banyaknya warga bermain game online, seorang mahasiswa bernama Nurdin Hakim Usman menangkap peluang bisnis top up dan kini omsetnya mencapai Rp 150 per tahun. Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung itu menceritakan, mulanya dirinya yang juga pemain game online atau gamer kerap mencari provider atau platform yang menjual money atau item game murah. Dari…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *