Cegah Diabetes dengan Rutin Cek Gula Darah

Diabetes merupakan penyakit tidak menular dan tergolong kronis karena dapat mengakibatkan komplikasi penyakit hingga kematian jika tidak ditangani dengan maksimal. Berdasarkan Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018, penyakit penyebab ketiga kematian tertinggi di Indonesia itu dapat diturunkan secara genetik dan tentunya menjadi berbahaya, terutama jika gaya hidup yang dipilih tidak sehat.

Dokter Kartika Yulianti dari RSPAD Gatot Subroto menganjurkan pengecekan gula darah rutin untuk mencegah diabetes. Pengecekan sebaiknya dilakukan setiap satu bulan sekali, khususnya bagi pemilik riwayat keluarga dengan diabetes maupun yang bergaya hidup tidak sehat.

“Pemeriksaan gula darah itu penting karena seringkali kita tidak mengatur gaya hidup sehingga harus rutin diperiksa. Terkadang, karena tidak diperiksa tiba- tiba kita malah dinyatakan terkena diabetes yang parah karena gula darah terlalu tinggi,” kata Kartika.

Gaya hidup yang tidak sehat dan memicu terjadinya diabetes atau gula darah berlebih dalam tubuh di antaranya asupan gula lewat makanan dan minuman yang tidak dikontrol atau berlebihan, tubuh tidak aktif bergerak atau gaya hidup sedentari, rutin merokok, hingga rutin mengonsumsi minuman keras.

“Pemeriksaannya harus bisa dilakukan dari usia sedini mungkin. Jika bandingkan dengan generasi lalu, penyakit diabetes itu risikonya meningkat ketika menginjak usia 40 tahun. Namun di masa kini, untuk usia 20 tahun saja sudah banyak yang terkena diabetes karena gaya hidup yang tidak sehat,” ujar Kartika.

Ajakan untuk memeriksa gula darah secara rutin disampaikan Kartika bersamaan dengan perayaan momen Hari Diabetes Sedunia setiap 14 November. Pemeriksaan rutin perlu digalakkan mengingat angka kasus diabetes yang menyebabkan kematian masih sangat tinggi di Indonesia sehingga jika pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin maka angka kasus diabetes bisa diatasi sejak awal dideteksi.

Tentunya dengan pemeriksaan rutin untuk kadar gula darah, Anda telah berkomitmen untuk menyiapkan kualitas hidup yang lebih baik. Adapun dua jenis pemeriksaan gula darah yang umum diketahui masyarakat adalah pemeriksaan gula darah sewaktu dan puasa.

Pemeriksaan gula darah sewaktu biasanya dilakukan tanpa perlu mengawasi jadwal makan dan seringkali dilakukan untuk tes cepat atau skrining. Idealnya hasil pemeriksaan gula darah sewaktu yang didapatkan oleh orang yang menjalani tes itu berkisar di bawah angka 200 mg/dL.

Sementara untuk gula darah puasa, biasanya mengharuskan orang yang menjalani tes untuk melakukan puasa selama delapan jam. Tes ini seringkali diminta dilakukan untuk mendiagnosa penyakit diabetes di tahap pertama dengan hasil ideal di bawah 125 mg/dL.

Dokter menganjurkan pengecekan gula darah rutin untuk mencegah diabetes. Kapan waktunya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.